Minggu, 02 Agustus 2015

Kereta dan Gerbong

Nah, kita sudah membahas tentang lokomotif beserta segala perkembangannya dari masa ke masa. Sebelum kita mengupas tentang materi ini, saya menuliskan judul diatas. Mungkin diantara anda sempat bingung karena kedua kata dalam judul tersebut memiliki makna yang sama, akan tetapi sebenarnya kedua kata tersebut memiliki perbedaan makna yang jelas, mau tahu perbedaannya?? Mari kita bahas pada materi berikut ini

1) Kereta Penumpang
Merupakan salah satu bagian dari rangkaian kereta api yang dikhususkan untuk mengangkut penumpang, rangkaian ini biasanya dilengkapi dengan sistem listrik, tempat duduk, tempat makan, toilet, dan fasilitas hiburan audio visual (show on rail), dan terkadang dilengkapi dengan tempat tidur untuk perjalanan melewati malam hari. Pada awalnya sejak ditemukannya kereta api, kereta penumpang lebih seperti gerobak terbuka, hal ini dibuktikan pada suatu lukisan pemandangan jalur KA Manchester-Liverpool pada abad ke-19
Salah satu pemandangan jalur Manchester-Liverpool sekitar tahun 1830 (Sumber: aabandema.blogspot.com)

Setelah perkembangan pesat, kereta didesain lebih tertutup dan ditambahi atap penutup terutama kelas unggulan (eksekutif) namun di Indonesia zaman kolonial pada kelas biasa jendela masih terbuka. Hal ini didapati pada rangkaian KA Wisata Ambarawa yang kereta-keretanya masih asli peninggalan Belanda

(Kereta Penumpang CR-63, sekarang operasional sebagai KAWIS Ambarawa, Sumber : heritage.kereta-api.co.id)

Kereta penumpang zaman dahulu per rangkaianya dilengkapi dengan rem tangan untuk mengerem kereta. Hal ini dilakukan, karena lokomotif uap tidak mempunyai rem yang bersambung ke rangkaian kereta seperti zaman sekarang yang otomatis. Pada saat kereta api berjalan, petugas juru rem yang berada pada tiap rangkaian harus  berdiri di bordes (tempat naik penumpang) sambil memegang engkol rem, pada saat kereta harus mengerem misal melewati turunan maka juru rem harus bersiap-siap menerima komando dari loko berupa bunyi suling/klakson. Kemajuan perkeretaapian di Indonesia terus berlanjut, setelah datangnya loko diesel kereta penumpang juga mengalami kemajuan diantaranya lebih tertutup seperti sekarang yang sering kita jumpai.

Pembagian Kelas Kereta


sekarang kita membahas tentang pembagian kelas, pada awalnya hal ini disesuaikan dengan tingkat pendapatan penduduk yaitu atas-menengah-bawah. Di Indonesia, kereta penumpang terbagi menjadi 4 kelas, yaitu:
- Kelas Eksekutif
1.1 Kereta Argo Bromo Anggrek Go Green, kelas tertinggi di Indonesia
1.2 Kereta kelas Eksekutif Argo, tandanya bermotif gelombang (sumber: balaiyasamsm.weebly.com)
1.3 Kereta kelas Eksekutif Satwa, tandanya bermotif datar (sumber: spoorlimoindustry.weebly.com)
1.4 Interior kereta eksekutif (sumber: finance.detik.com)



Kereta kelas eksekutif merupakan rangkaian kelas tertinggi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan pelayanan mewah, dilengkapi fasilitas AC, hiburan audio-visual (show on rail), fasilitas toilet duduk, tempat duduk penumpang bersenden seperti di pesawat atau bus pariwisata yang bisa diubah posisinya, lampu baca per kursi, stop kontak (colokan), alat pemadam kebakaran, rem darurat. Kelas ini cocok untuk penumpang yang memiliki pendapatan atas, kelas ini masih dibagi lagi menjadi dua,  yaitu:
Eksekutif Argo
merupakan rangkaian kelas tertinggi dalam eksekutif, berkapasitas sekitar 50-52 orang. Asalnya tidak terlepas dari kemunculan Argo Bromo Anggrek dan Argo Gede pada tahun 1995, sebagian besar kereta kelas Argo ini menggunakan nama-nama gunung yang ada si Pulau Jawa, misal Argo Bromo Anggrek menggunakan Gunung Bromo, Argo Muria mengambil nama Gunung Muria. Untuk mengenal kelas Argo ini dapat dilihat dari ciri motif di bodi kereta tersebut, untuk Argo Bromo Anggrek  yang sekarang bewarna hijau dan ada tambahan gambar daun dan ada tulisan Go Green dan untuk kereta argo selain Argo Anggrek dapat dilihat dari motif garisnya yang bergelombang seperti gambar 1.2

Eksekutif Satwa
merupakan kelas eksekutif dibawah Argo, berkapasitas 50-52 orang. Nama-nama kereta dari Satwa ini tidak menggunakan nama gunung, akan tetapi menggunakan para tokoh wayang atau legenda yang terkenal di Indonesia seperti Gajayana, Sembrani, Taksaka, Turangga, Bima, Bangunkarta, Limex (Limited Express) Sriwijaya di Sumatra, dan Sribilah di Sumatra. Akan tetapi untuk sekarang, pelayanan Eksekutif Argo dan Satwa disamakan, antara lain KA Eks Satwa menggunakan rangkaian Argo full (semuanya) atau sebagian. Hanya perbedaanya kalau satwa tidak dilengkapi hiburan audio-visual di beberapa keretanya

Kereta kelas eksekutif, dengan kaca retrofit (seperti kaca pesawat) sumber: Wikipedia Indonesia
interior eksa kaca retrofit sumber: mastra0712.blogspot.com

Kereta eksekutif terdapat armada baru, yaitu kereta dengan kaca retrofit yang seperti pesawat. Jadi per tempat duduk ada satu jendela, kereta ini mulai dibuat INKA (Industri Kereta Api) sejak tahun 2009 stelah diresmikanya oleh mantan Pres. Susilo Bambang Yudhoyono di Stasiun Jakarta Kota, kebanyakan kereta retrofit ini digunakan pada kereta satwa dan kelas campuran (Bisnis-Eksekutif).

-Kelas Bisnis
Kereta kelas bisnis, seperti terdapat di KA Sidomukti ini (sumber: www.semboyan35.com)

Kereta penumpang kelas bisnis, termasuk kereta kelas dua dioperasikan oleh PT.Kereta Api Indonesia (Persero) yang pada awalnya digunakan untuk penumpang yang pendapatannya menengah. Kelas ini awalnya juga tidak dilengkapi AC seperti kelas eksekutif, bangku penumpang memanjang tetapi satu arah seperti kelas eksekutif, namun sekarang kelas ini disamakan dengan kelas eksekutif dengan penambahan fasilitas-fasilitas lengkap diantaranya ditambah stop kontak (colokan) dan penambahan AC jenis split (AC seperti yang ada di rumah) di tengah atau pinggir atap dalam kereta.

 
interior kelas bisnis sebelum penambahan AC Split (sumber: id.wikipedia.org)
interior kelas bisnis setelah penambahan AC Split (sumber: www.semboyan35.com)

- Kelas Ekonomi
 Kereta kelas ekonomi, seperti terdapat dalam KA Sri Tanjung ini

Kereta kelas ekonomi, merupakan kereta penumpang kelas tiga yang dioperasikan PT.Kereta Api Indonesia (Persero) yang pada awalnya untuk penumpang pendapatan menengah-bawah. Interior kereta ini hampir sama dengan kelas bisnis akan tetapi terdapat perbedaan pada tempat duduknya, kalau ekonomi berhadap-hadapan. Sejak terjadinya revolusi di tubuh KAI, seluruh kelas disamakan pelayanannya sesuai dengan semboyannya, yaitu "costumer oriented" semua pelayanan mengutamakan penumpang. Naik Kereta Rakyat sebutan lain kelas ini, kini serasa seperti orang elite, karena kelas ini juga dilengkapi AC, stop kontak (colokan), serta fasilitas-fasilitas yang seperti kelas bisnis- eksekutif.
Tempat duduk kelas ekonomi (sumber: tikamaliyana.files.wordpress.com)
interior kelas ekonomi yang dilengkapi AC (sumber: www.info-jogja.com)

- Kelas Campuran
KA Mutiara Timur, salah satu kereta yang menggunakan rangkaian beda kelas terdiri atas kelas Bisnis dan Eksekutif

 Biasanya menggunakan rangkaian kereta eksekutif, namun ditambah dengan kereta Bisnis maupun ekonomi, kelas ini berada di atas bisnis dan ekonomi, namun di bawah eksekutif. Beda kelas beda tarif dalam rute yang sama. Maksudnya kelas ini memiliki macam-macam tarif karena kereta api terdiri dari beberapa macam (eksekutif-bisnis, eksekutif-ekonomi, maupun eksekutif-bisnis-ekonomi), contoh kereta api kelas ini diantaranya KA Mutiara Timur, KA Malabar (MALAng BAndung Raya), KA Gumarang, KA Harina.

Kereta Pembangkit dan Kereta Makan

kereta pembangkit (KP) kelas eksekutif ( sumber : balaiyasacijerahdivision.weebly.com ) 

kereta pembangkit (KP) kelas bisnis ( sumber : flickrhivemind.net )

Kereta pembangkit merupakan salah satu rangkaian dari kereta api yang didalamnya berisi alat pembangkit berupa genset yang berfungsi menyuplai tenaga listrik ke seluruh rangkaian kereta. Terdapat pada seluruh rangkaian kereta penumpang, kecuali barang.

Kereta Makan

Kereta Makan (KM) bermotif batik di KA Sancaka (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Sancaka )
Kereta makan merupakan salah satu rangkaian penyedia makanan hanya terdapat di kelas eksekutif saja. Rangkaian ini berfungsi bagi penumpang yang mengikuti perjalanan jauh dari suatu kereta api. Fasilitas yang disediakan berupa tempat makan, tempat charge, menu masakan bervariasi dengan harga yang tersedia, terkadang juga di salah satu kelas tertinggi seperti Argo dilengkapi karaoke. Biasanya masakan bisa diantar oleh prami dengan memesan dahulu.

Interior kereta makan milik Argo Anggrek (sumber: rickyrianto.wordpress.com )
Prami/ Pramugari Kereta Api selalu siap melayani penumpang (sumber: www.merdeka.com )


Kereta Makan Pembangkit
merupakan kombinasi antara restaurant dan tempat duduk penumpang dalam satu rangkaian, juga ditambah dengan pembangkit. Rangkaian ini biasanya terdapat di kelas ekonomi dan bisnis.

Gerbong

Rangkaian gerbong yang membawa kricak/ballast (batu bantalan rel)

Gerbong adalah rangkaian yang berfungsi mengangkut barang atau material berupa batu, BBM/minyak, bahan-bahan pabrik, pupuk, kargo, dan masih banyak lagi. Salah satu gerbong yang terdapat di rangkaian kereta api penumpang adalah kargo yang berfungsi membawa barang bawaan penumpang.